banner 728x250

Balai POM Bengkulu Bersama LPPM dan MUI Bersinergi Terkait Izin Edar dan Sertifikasi Halal

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu.Bukitbarisannews.com.- Balai POM Bengkulu bersinergi dan berkoordinasi bersama LPPM dan MUI terkait izin edar produk pangan dan sertifikasi halal, Jumat (26/08/2022).

Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno (UINFAS) Bengkulu saat ini telah memiliki Halal Center. Dimana Halal Center ini nantinya akan menjadi salah satu Lembaga Penjamin Halal (LPH) di setiap daerah.

banner 325x300

Bahkan tidak lama lagi, LPH ini akan mengantongi akreditasi dari Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sehingga Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah akan semakin mudah untuk mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UINFAS, Suhirman mengatakan, Halal Center merupakan salah satu LPH yang dibentuk oleh LPPM UINFAS Bengkulu sesuai Undang-undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) dan bertugas untuk melakukan pemeriksaan serta audit halal produk-produk usaha baik berupa produk makanan dan minuman di Provinsi Bengkulu. Dimana saat ini LPH UINFAS ini sedang menjalani asesmen verifikasi dan validasi kesesuaian persyaratan oleh BPJPH dan Dewan Halal Nasional Majelis Ulama Indonesia (DHN MUI). Asesmen tersebut merupakan langkah untuk mendapatkan Akreditasi dari Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Saat ini masih dalam proses akreditasi dan diberi waktu menyempurnakan perangkatnya dalam 14 hari kerja,” ungkap Suhirman.

Salah satu langkah untuk mendapatkan akreditasi tersebut, LPH UINFAS bekerjasama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu. Sebab BPOM Bengkulu sudah mempunyai peralatan pengujian laboratorium terakreditasi.

“Hari ini kami berkunjung ke BPOM dan melakukan kerjasama agar proses akreditasi LPH ini berjalan dengan lancar,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof Rohimin mengatakan, dalam proses dan pelaksanaan sertifikasi halal, LPH LPPOM MUI melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga, salah satunya adalah BPOM. Dalam kerjasama dengan BPOM, sertifikat halal MUI menjadi persyaratan dalam pencantuman logo halal pada kemasan untuk produk yang beredar di Indonesia.

“LPH UINFAS ini kan nantinya akan menjadi salah satu lembaga yang membantu pelaku UMKM menerbitkan sertifikasi halal, oleh sebab itu perlu bekerjasama dengan BPOM, sebab hanya BPOM yang tahu apa saja kandungan yang ada di dalam makanan dan minuman,” terang Rohimin.

Rohimin berharap, dalam 14 hari kedepan, LPH UINFAS bisa melengkapi seluruh berkas persyaratan yang dibutuhkan oleh BPJPH. Sehingga LPH ini bisa segera melakukan kegiatan operasionalnya dan mampu membantu LPPOM MUI dalam mendorong sertifikasi halal produk makanan dan minuman di Bengkulu.

“Insyallah dalam 14 hari kerja LPH ini bisa melengkapi berkas tersebut dan terbit izin operasionalnya. Ini adalah perkejaan bersama dan semoga terealisasi dalam waktu dekat,” lanjut Prof Rohimin.

Sementara itu, Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram mengatakan, siap membantu LPH UINFAS Bengkulu dalam melakukan pengujian pada produk makanan dan minuman. Tidak hanya itu, Balai POM Bengkulu juga berperan dalam pengawasan produk berlabel halal, mulai dari pemeriksaan aspek thayyib pada bahan baku suatu produk pada tahap pre-market hingga pemeriksaan produk berlabel halal yang sudah beredar dengan mengujinya pada tahap post-market.

“Tentu kami dari BPOM akan menjadi mitra LPH UINFAS Bengkulu untuk melaksanakan pemeriksaan sampel makanan dan minuman yang mengajukan sertifikasi halal. Selain itu, kami juga akan mengawasi peredaran produk halal yang sudah beredar,” pungakasnya.(red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *