banner 728x250

DLH Kota Bengkulu Persilahkan Gunungan Sampah Belakang Stadion Dibuang ke TPA Air Sebakul

banner 120x600

Bengkulu.Bukitbarisannews.com.- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Riduan mengatakan pihak kontraktor pembangunan dipersilahkan mengangkut gunungan sampah di belakang Stadion Semarak ke TPA Air Sebakul.

Syaratnya, pihak kontraktor, yakni CV FAFA Trakindo Pratama harus menyedikan alat berat di TPA Air Sebakul untuk menguruk sampah-sampah tersebut.

banner 325x300

Jika alat berat tersedia, maka pihak kontraktor dipersilahkan mengangkut semampunya dalam sehari. Namun, jika tidak ada alat berat, pengangkutan dan pembuangan ke TPA Air Sebakul dibatasi 5 truk, per hari.

“Kalau 5 truk (per hari), kapan siapnya? Maka dia (kontraktor) siap, menyiapkan alat beratnya di TPA kita,” kata Riduan kepada TribunBengkulu.com, Minggu (30/10/2022).

Selanjutnya, pihak kontraktor hanya perlu berkoordinasi dengan DLH untuk titik pembuangan di TPA Air Sebakul, sehingga alat berat dan truk bisa masuk.

“Nanti kita siapkan,” ujar Riduan.

Sementara, pada Jumat (28/10/2022) lalu,salah satu awak media bertemu orang dari kontraktor proyek, yang enggan disebutkan namanya.

Dari narasumber tersebut, intinya pihak kontraktor sudah bersedia menjalankan semua kesepakatan pembuangan saat hearing di DPRD kota beberapa waktu lalu.

Namun, karena belum ada surat resmi, maka pembuangan belum bisa dilakukan.

“Kami menunggu surat resmi itu dulu (izin membuang ke TPA Air Sebakul dari DLHK),” kata narasumber tersebut.

Di sisi lain, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi juga angkat bicara terkait gunungan sampah yang ada di belakang Stadion Semarak, tepatnya di Jalan Jambu 3, Kota Bengkulu. 

Sampah tersebut disebutkan adalah sampah yang sudah ada bertahun-tahun, dan telah bercampur dengan tanah.

Sampah tersebut juga dikatakan bukan sampah harian dari masyarakat Kota Bengkulu.

“Nah, itu, pihak kontraktor (pembangun gedung) bertanggung jawab membuang ke TPA. Jadi bukan sampah tidak dikelola, bukan, tapi sudah menahun, mungkin sudah puluhan tahun,” kata Dedy.

Tumpukan sampah tersebut karena bercampur dengan air hujan, gunungan sampah ini menjadi basah. Jika melewati gunungan sampah ini, akan jelas tercium bau tak  sedap. (red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *