Temu BIPA di Universitas Bengkulu, Dorong Bahasa Indonesia Mendunia.
BENGKULU, Bukitbarisannews.com – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Temu BIPA bertajuk Diplomasi Bahasa dan Budaya melalui Program BIPA di Aula Bukit Daun, Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Universitas Bengkulu.
BIPA merupakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing yang bertujuan memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.Sc., didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., serta narasumber Prof. Dr. Arono, M.Pd., dan Ildi Kurniawan, M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, menyampaikan bahwa seminar panel tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pemasyarakatan program BIPA, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia berharap BIPA tidak hanya dipahami sebagai program pengajaran bahasa Indonesia kepada warga negara asing, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa FKIP Universitas Bengkulu, termasuk 25 mahasiswa asing dari Pakistan, Thailand, Vietnam, Gambia, Sierra Leone, Sudan, dan Yaman yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Bengkulu.
Dekan FKIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.Sc., mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Bengkulu yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Temu BIPA tersebut.
Ia berharap para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan memperoleh pengalaman serta praktik yang bermanfaat dari program tersebut.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa asing tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa lokal untuk mempraktikkan komunikasi lintas budaya secara langsung. Selain itu, kegiatan ini membuka wawasan mengenai peluang pengembangan layanan bahasa di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman dan ketertarikan generasi muda terhadap program BIPA semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya calon pengajar BIPA yang memiliki kompetensi, wawasan kebahasaan, serta pemahaman budaya yang memadai.
Dengan demikian, program BIPA dapat terus berkembang sebagai bagian dari diplomasi bahasa dan budaya Indonesia sekaligus memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu, mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi duta bahasa dan budaya Indonesia ketika kembali ke negara masing-masing.
(red)














